Bahanasetiawan's Blog

June 26, 2010

Indonesiaku

Filed under: Pembelajaran hidup — bahanasetiawan @ 1:12 pm

Memuncak sudah kekesalanku pada Negara ini. Bukan benci kepadanya tapi aku kecewa atas apa yang terjadi, atas apa yang telah dilakukan oleh oknum-oknum terkutuk yang menjadikan Negara tercinta ku menjadi seperti ini.

Menjadi teringat ketika aku makan di pinggir jalan sendirian. Ketika itu aku mendengarkan seorang tukang jualan berkata “maling ayam sama koruptor hukumannya kok bisa sama-sama 1 tahun padahal jelas koruptor ini merugikan bangsa sedemikian besar”. Ya itu lah yang aku dengar jelas dari mulut seorang rakyat kecil yang polos dan tak mengerti tentang hukum. Bahkan tidak hanya itu yang aku dengar, kemudian dia berkata “kok bisa ya pengacara itu loh, orang jelas-jelas bersalah kok bisa ga bersalah”.

Perkataannya inilah yang kemudian langsung menusuk ke hati, aku merasa malu kuliah di fakultas hukum universitas yang bisa dibilang membanggakan, aku merasa malu mendamba-dambakan diri menjadi seorang pengacara handal yang selalu memenangkan perkara, aku merasa malu merasa takut nantinya akan dipergunjingkan seperti ini bahkan aku sempat untuk menarik diri untuk sekolah advokat nanti setelah aku lulus. Suara polos seorang rakyat kecil ini lah yang harus di dengar oleh kalian para petinggi yang ada di gedung mewah yang mengaku wakil rakyat, bukan sekedar berbicara hanya untuk kepentingan golongan atau kelompok. Ingat rakyat selalu memperhatikan kalian sebagai wakil mereka, mereka diam bukan berarti tak peduli tapi mereka diam karena tak ada daya untuk menyampaikan aspirasinya.

Kemudian lanjut di hari-hari selanjutnya ketika aku pulang ke Bogor, berbicara dengan orang tua ku tentang negara ini. Ayah ku berkata sinis bahwa negara ini tidak pernah maju hanya berputar disini-sini saja, ya aku setuju apa yang dikatakan beliau. Dan kembali kekesalan ini muncul secara tiba-tiba. Aku kesal melihat tingkah laku sejumlah oknum baik itu petinggi di negara ini maupun masyarakatnya. Aku melihat bahwa mental sebagian besar masyarakat Indonesia ini adalah mental barbar, tidak beradab dan ndablek.

Berkali-kali dalam diskusi aku selalu katakan, negara ini membutuhkan seorang pemimpin yang diktator yang memiliki keberanian untuk bertindak .  Aku tak peduli setiap orang mengatakan aku “kiri”. Dan ternyata yang aku pikirkan sama seperti yang ayahku pikirkan. Beliau mengatakan bahwa negara ini membutuhkan seorang pemimpin bertangan besi yang berani, bukan pemerintah yang seperti sekarang ini yang hanya selalu menjaga citra dan menarik hati atau simpati rakyat. Aku makin kesal ketika melihat wajah ayahku yang nampak kecewa dengan negara ini karena aku tahu kakek ku atau ayah beliau adalah salah satu pejuang negara ini yang berjuang dengan nyawanya.

Aku teringat ketika dulu ayahku mengatakan bahwa seorang pemimpin itu harus berani bertindak, berani mengotori tangannya dan berani serta sanggup untuk menanggung resiko atas apa yang dilakukannya. Kalimat itu yang selalu aku ingat sampai saat ini bahkan nanti ketika aku beranjak ke jenjang diriku yang lebih tinggi.

Aku sadar aku adalah seorang yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi bahkan mungkin chauvinisme. Ketika aku duduk di bangku sekolah, ayahku selalu mengajarkanku untuk selalu mencintai negeri ini apapun bagaimanapun aku harus pertaruhkan diriku untuk negara ini sampai titik darah penghabisanku jangan pernah pergi dari negara ini. Dan akhirnya aku baru sadar akan perkataan ayahku ketika aku duduk di bangku kuliah sekarang ini.

Aku berharap negara ini dapat berubah, aku berharap meskipun aku hanya seorang biasa aku memiliki keinginan yang sangat besar untuk merubah negara ini dengan tanganku suatu saat nanti. Aku tak akan pernah takut untuk menghabiskan satu generasi perusak negara ini karena aku sangat mencintainya. Ya negara ku, Indonesia ku…..

June 22, 2010

Apakah Tuhan menciptakan seorang atheis?

Filed under: Pembelajaran hidup — bahanasetiawan @ 1:41 pm

Semua yang berkecamuk di pikiran ku akhirnya aku tuangkan malam ini dengan sebuah tulisan singkat. Berawal dari seminar usulan penelitian ku entah sudah beberapa minggu yang lalu, lupa.

Aku mengangkat topik mengenai perzinahan, menarik itu kata dosen ku “tapi ini terlalu susah untuk kamu yang masih S1”, aku sempat terdiam heran, ada apa dengan S1? Kenapa? Itu yang aku lihat selama ini bahwa S1 tidak diperbolehkan untuk mengembangkan dirinya sendiri melalui pemikiran-pemikirannya. Lantas harus seperti apa S1 itu?hanya mengutip sana sini? Bagiku perkataan dosen ku itu aku anggap angin lalu, karena aku tahu penelitian yang aku buat adalah hasil belajar ku selama tiga setengah tahun di universitas dan sekarang lah saatnya aku buktikan melalui penelitian ini bahwa yang aku pelajari itu ada hasilnya.

Entah sudah berapa menit waktu berlalu, aku dihujami dengan pertanyaan-pertanyaan yang tentunya menarik bagiku karena itu pun masukan bagiku. Tapi ada satu perkataan dosen ku yang sampai sekarang ini mengganggu pikiranku, ”Tuhan itu Maha Adil, Dia menciptakan seorang atheis dengan diberi akal untuk mengetahui mana baik & buruk”. Ya itu lah perkataan dosen ku yang sampai saat ini tidak bisa aku terima.

Ketika itu aku berdiskusi mengenai moral & kodrat manusia. Kami berdiskusi bagaimana baik & buruk itu diketahui oleh setiap manusia karena ada moral & kodrat manusia itu sendiri. Dua hal ini lah yang menjadikan manusia itu mengetahui apa yang boleh & tidak boleh dilakukan.

Tetapi satu perkataan itu yang masih menggangguku, lalu yang jadi pertanyaanku adalah ”apakah Tuhan menciptakan seorang atheis?” Sebab yang aku tahu Tuhan itu menciptakan jin & manusia hanya untuk menyembah kepada-Nya (Adz-Dzariyat ayat 56). Dengan melihat ayat itu  aku punya jawabanku sendiri, bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan seorang yang atheis, ya itu menurutku karena bila Tuhan menciptakan seorang atheis maka Tuhan tidak konsisten dengan ayat yang diturunkannya itu. Aku tak menyangkal bila Tuhan menciptakan seorang pendosa yang beragama tetapi aku ragu apakah Tuhan menciptakan seorang atheis.

June 3, 2010

Israel…Yahudi….Palestine…Islam…??

Filed under: Uncategorized — bahanasetiawan @ 10:07 am

Gw ga habis pikir….masalah Israel. Sebenarnya ap sih yg terjadi di kapal itu? banyak pro & kontra. Masing-masing media memberitakan hal yang berbeda. Media Israel memberitakan kalo mereka melakukan itu dengan alasan self defense, media yang lain memberitakan bahwa militer Israel menyerang dengan membabi buta & tanpa alasan. Maaf tulisan ini hanya sekedar pemikiran gw yg terlintas di benak. Tak ada maksud untuk memihak tapi hanya sekedar komentar perang Israel vs Palestina yang tidak kunjung selesai ini.

Israel…sebuah negara kecil yang mulai melebarkan sayapnya dengan peperangan. Mengerahkan kekuatan militernya untuk menaklukan suatu daerah agar memperoleh wilayah kekuasaan yang luas untuk negaranya. Tapi….ada apa dengan Yahudi? Kenapa banyak orang membicarakan & membenci Yahudi? Sebenarnya perang ini perang untuk mempertahankan agama ataukah “between states”?? kenapa dalam perang ini selalu mengikutkan agama masing-masing? Bukankah ini hanya sekedar peperangan antara negara….(CMIIW)

Israel ya Israel…Palestine ya Palestine…itu menurut gw. Bukan agama yang menjadi masalah tapi batas wilayah kekuasaan yang jadi perebutan itu menurut gw. Dan kekeliruan orang memandangnya adalah karena ini terjadi kebetulan antara Israel yang mayoritas beragama Yahudi & Palestine yang mayoritas beragama Islam.

So…knp yahudi harus dibenci?ga perlu kan….(menurut gw)

Dan yang ga gw habis pikir kenapa ya Tuhan memberikan mereka (Yahudi) sebuah kelebihan dari bangsa-bangsa yang lain? (kalo ga salah gw pernah baca di Al-Quran). Dan apakah ini juga permainan Tuhan sehingga mereka di benci oleh bangsa-bangsa yang lain? Apakah mereka hina? Apakah ada dalam kitab suci bahwa mereka adalah bangsa terkutuk? Lalu untuk apa mereka diberi kelebihan tetapi dengan akhlak yang buruk (menurut orang2)….??? Tuhan punya maksud apa?

Dan peperangan ini….kapan kah akan berakhir? Apakah Tuhan akan memaafkan manusia-manusia itu setelah apa yang mereka lakukan pada sesama? Lantas untuk apa mereka diciptakan jikalau hanya untuk membawa kerugian pada dunia? setau gw Tuhan itu menciptakan sesuatu bukan tanpa maksud….tapi sepertinya bangsa Yahudi ini sejak lahir pun sudah divonis untuk masuk neraka…lantas apa maksud Tuhan dengan ini semua?

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.