Akut….sakit diriku teman-teman memanggilku. Aku selalu berpikiran bersebrangan dengan mereka kebanyakan. Menempatkan diriku pada suatu posisi yang bertentangan dari mereka kebanyakan. Tapi….bagiku hal tersebut bukanlah masalah karena itu AKU.
Tak peduli berapa lama waktu berlalu kuhabiskan dengan buku-buku yang orang pikir tak bermutu. Konsep yang salah terus aku pelajari untuk membuktikan suatu kebenaran yang tak nyata. Mendiskusikannya dengan mereka yang bertentangan denganku. Sungguh menarik! Ketika suatu pemikiran beradu dalam sebuah diskusi hangat. Ssssst….diam! Ada yang mendengarkan,, mereka mengamati kami yang berdiskusi. Tampaknya mereka memandang apa yang kami bicarakan ini adalah hal yang kosong. Atau mungkin mereka berpikiran bahwa kami hidup di dalam bayang-bayang??? Aaaaah….aku tak peduli. Apapun yang dipikiran mereka toh aku tak mengganggu mereka.
Lama sudah waktu berlalu ketika kulihat arlojiku menunjukkan pukul lima sore. Ya saatnya untuk pulang dan memikirkan hasil diskusi hari ini. Apa yang kudapat, bagaimana, apakah dan lain-lainnya semua berkecamuk dalam satu pikiran.
Kutelusuri jalan meter demi semeter,,memacu kendaraanku kencang dengan pertanyaan-pertanyaan yang masih melekat di benakku. Dan tiba-tiba terlintas,,bagaimana bisa aku memikirkan hal yang tak perlu dipikirkan. Aku sadar kelakuanku ini menimbulkan banyak cemooh dari orang-orang dekatku. Tapi ya sudahlah toh yang penting aku masih punya komunitas yang masih ingin berdiskusi denganku. HA HA HA!!!
Sampai dirumah,,aku merasakan kesendirian, ketenangan yang amat sangat untukku kembali terbuai dalam buku-buku yang mereka anggap tak bermutu. Bertanya-tanya atas apa yang kubaca karena teman pun dirumah ini tak ada. Hanya sebuah patung yang aku hias agar menyerupai manusia. Well, mungkin kalian berpikir aku ini gila. Menghias patung dirumahku sendiri layaknya seniman atau apalah itu! HA HA HA…aku senang jika kalian berpikiran aku gila,,karena aku mulai senang dengan julukan itu.
Mataku lelah setelah beberapa jam membaca, kumatikan lampu besar bersiap untuk tidur lelap malam ini. Baru sebentar aku tertidur, terdengar bunyi senjata Duerrr…Duerrr!!! Wow ternyata barak pendidikan sedang latihan tembak,,bising telingaku mendengarnya. Tapi tak berapa lama suara tembakan itu hilang dan akhirnya aku pun bisa tertidur pulas sampai besok.
Pagiiii….hari ini segar seperti biasanya dengan secangkir kopi dan roti aku melewatkan pagi ini mencoba untuk terus membaca apa yang sudah terlanjur aku baca. Kriiiiing…kriiiiing. Ayahku meneleponku, beliau seorang yang sangat disiplin menanyakan apa saja yang sudah kulakukan bla,,,bla,,,bla,,, dan akhirnya akupun harus berbohong kepada beliau atas apa yang telah aku lakukan. Dan berganti lagi, ibuku sekarang yang berbicara. Senang mendengar suaranya. Lembut penuh kasih sayang. Beliau memberikan nasihat seperti biasanya, terutama AGAMA.
Waktu menunjukkan pukul 9 pagi, aku harus bergegas berangkat ke perpustakaan untuk mencari-cari lagi buku apa yang akan kubaca hari ini. Bertemu dengan teman-temanku sungguh menyenangkan, mereka yang berpikiran aku sakit siapapun aku merasa senang berada dekat mereka karena mereka itu “nyata”. Di dalam perpustakaan aku mengambil sebuah buku yang aku pikir sudah lama tidak pernah dibaca karena nampak sekali kotor & berdebu. Wah..buku bagus nih pikirku! Akhirnya seperti biasa aku terbuai dalam bacaan buku yang mungkin mereka tidak menyukainya. Lagi lagi…sakit!
Waktu terus berlalu, terus sampai tiba waktunya aku harus keluar dari bayang-bayang hidupku selama ini. Bersiap untuk sebuah dunia yang kata sebagian dari mereka adalah dunia nyata. Sedih, mungkin itu yang aku rasakan ketika aku harus meninggalkan buku-buku yang selama ini aku baca, aku sayangi walaupun bagi mereka buku tersebut layaknya buku dongeng anak-anak yang tidak berguna. Tak ada lagi teman diskusi, tak ada lagi mereka yang mengataiku sakit, gila dan semacamnya.
Kalian tahu?? aku pernah beberapa kali untuk tidak menyentuhnya karena aku takut bayang-bayang itu akan menenggelamkanku dalam sebuah alam bawah sadarku yang bagiku sangat mengasyikkan. Tapi….lagi-lagi berat untuk jauh dan akhrinya dengan meluangkan sebagian waktuku aku kembali menyentuhnya. Bagiku itu dosa, yang rasanya lezat lebih dari makanan kesukaanku karena waktu makanku sering terlewat karena menyentuhnya.
Yaaaa itulah hidup, apapun yang kita temukan di dunia ini akan berakhir sampai akhirnya kita harus mengucapkan SAMPAI JUMPA bukan SELAMAT TINGGAL! Karena aku yakin apa yang kukerjakan saat ini adalah awal dan bukan akhir dari apa yang telah aku tinggalkan.