Bahanasetiawan's Blog

January 28, 2011

Malam Kemarin

Filed under: Uncategorized — bahanasetiawan @ 10:08 am

Malam kemarin menjadi malam yang sangat aku tunggu untuk bertemu dengannya.

Malam kemarin menjadi malam yang penuh rencana untuk mengatakan sesuatu kepadanya.

Malam kemarin menjadi malam yang aku bayangkan akan berbagi cerita dengannya, pengetahuan, sebuah diskusi bahkan keinginanku mencoba mengerti akan kehidupannya.

Tapi, malam kemarin sungguh cepat tak terasa aku bertemu dengannya.

Tak menyangka nyata dia hadir di depanku dengan begitu cepat dia berlalu.

Mulutku terkunci.

Tak berani untuk mengatakan apapun kepadanya sampai dia pergi dari hadapanku.

Malam kemarin menjadi malam yang aku takutkan tak akan bertemu lagi dengannya.

Malam kemarin telah berakhir dengan doaku kepada-Mu untuk selalu dekat dengannya.

Dan malam-malam yang akan datang akan menjadi penantian ku berikutnya.

January 27, 2011

Victory Justice

Filed under: Uncategorized — bahanasetiawan @ 5:28 pm

Malam ini aku sulit untuk tidur, menempati tempat tidurku yang dulu rasanya nyaman kini tidak lagi. Entah kenapa banyak sekali ketakutan-ketakutan dalam diriku ini yang aku sendiri merasa heran, sebesar apa rasa takutku sampai aku gelisah untuk tidur?

Akhirnya dengan tidak sengaja aku membuka sebuah situs kekerasan tentara penakluk di suatu negara yang berhasil ditaklukannya. Gemetar rasanya melihat penyiksaan itu, ingin muntah rasanya, kepalaku pusing bahkan sampai saat aku membuat tulisan ini. Jari-jari ini rasanya seperti bingung mencari tombol huruf yang ada di mesin ini. Sadis, benci dengan mereka sang penakluk, ingin rasanya menyiksa kembali mereka dengan apa yang telah mereka lakukan terhadap si korban.

Bagiku mereka adalah sekumpulan orang-orang bodoh yang bertingkah lebih rendah dari binatang. Hoekkss….huffft rasa mual itu muncul setiap aku kembali membayangkannya.

Statuta Roma sepertinya tidak berlaku untuk mereka sang penakluk. Keadilan pun menjadi pedang tumpul ke atas tetapi tajam ke bawah. Dalam keadaan seperti yang terjadi di bumi ini siapa yang bisa untuk berbuat yang lebih baik? Bagiku tidak ada! Inilah dunia kita, dunia nyata layaknya rimba dengan hukum yang berlaku adalah “siapa yang kuat dialah yang menang”. Rasanya aku perlu untuk menebalkan kalimat itu.

Victory Justice, adalah keadilan bagi siapapun pihak yang menang. Inilah yang benar-benar nyata bagiku di dunia. Hujatan, makian, tindakan apa pun yang pernah keluar dari bawah tak pernah berpengaruh bagi mereka yang diatas. Dengan berjalan tegap layaknya khafilah yang sedang berlalu tak menghiraukan anjing yang ada dekat dengannya. Apakah sang penakluk tidak berpikir bagaimana bila hal tersebut terjadi pada ibu mereka, adik mereka, kakak, kekasih atau saudara-saudara mereka yang mereka sayangi??? Biadab sekali apa yang telah kalian lakukan bahkan sampai pagi ini aku masih tidak bisa tidur karena kalian!

Lagi-lagi Victory Justice, bodoh sekali kalau aku bertanya bagaimana bila hal tersebut terjadi pada mereka. Sungguh sepertinya mereka tak akan tersentuh hal kecil macam itu karena mereka adalah sang penakluk. Ciut lah diri kita bila berhadapan dengan sang penakluk. Agung agung kan sebuah keadilan layaknya sebuah kardus kosong yang bila diinjak akan rapuh. Itulah keadilan bagimu sang penakluk.

Hufft…mual perut ini makin menjadi. Seiring bertambah bencinya diriku pada kalian sang penakluk.

Rasa nasionalisme mu yang ternyata hanya nafsu semata membuat mereka tak berharga atas apa yang telah mereka lakukan. Salahkah pahlawan kebanggaan yang telah berjuang mati-matian demi kelahiran mereka sebagai sang penakluk?

Belum Berakhir

Filed under: Pembelajaran hidup — bahanasetiawan @ 4:25 pm

Akut….sakit diriku teman-teman memanggilku. Aku selalu berpikiran bersebrangan dengan mereka kebanyakan. Menempatkan diriku pada suatu posisi yang bertentangan dari mereka kebanyakan. Tapi….bagiku hal tersebut bukanlah masalah karena itu AKU.

Tak peduli berapa lama waktu berlalu kuhabiskan dengan buku-buku yang orang pikir tak bermutu. Konsep yang salah terus aku pelajari untuk membuktikan suatu kebenaran yang tak nyata. Mendiskusikannya dengan mereka yang bertentangan denganku. Sungguh menarik! Ketika suatu pemikiran beradu dalam sebuah diskusi hangat. Ssssst….diam! Ada yang mendengarkan,, mereka mengamati kami yang berdiskusi. Tampaknya mereka memandang apa yang kami bicarakan ini adalah hal yang kosong. Atau mungkin mereka berpikiran bahwa kami hidup di dalam bayang-bayang??? Aaaaah….aku tak peduli. Apapun yang dipikiran mereka toh aku tak mengganggu mereka.

Lama sudah waktu berlalu ketika kulihat arlojiku menunjukkan pukul lima sore. Ya saatnya untuk pulang dan memikirkan hasil diskusi hari ini. Apa yang kudapat, bagaimana, apakah dan lain-lainnya semua berkecamuk dalam satu pikiran.

Kutelusuri jalan meter demi semeter,,memacu kendaraanku kencang dengan pertanyaan-pertanyaan yang masih melekat di benakku. Dan tiba-tiba terlintas,,bagaimana bisa aku memikirkan hal yang tak perlu dipikirkan. Aku sadar kelakuanku ini menimbulkan banyak cemooh dari orang-orang dekatku. Tapi ya sudahlah toh yang penting aku masih punya komunitas yang masih ingin berdiskusi denganku. HA HA HA!!!

Sampai dirumah,,aku merasakan kesendirian, ketenangan yang amat sangat untukku kembali terbuai dalam buku-buku yang mereka anggap tak bermutu. Bertanya-tanya atas apa yang kubaca karena teman pun dirumah ini tak ada. Hanya sebuah patung yang aku hias agar menyerupai manusia. Well, mungkin kalian berpikir aku ini gila. Menghias patung dirumahku sendiri layaknya seniman atau apalah itu! HA HA HA…aku senang jika kalian berpikiran aku gila,,karena aku mulai senang dengan julukan itu.

Mataku lelah setelah beberapa jam membaca, kumatikan lampu besar bersiap untuk tidur lelap malam ini. Baru sebentar aku tertidur, terdengar bunyi senjata Duerrr…Duerrr!!! Wow ternyata barak pendidikan sedang latihan tembak,,bising telingaku mendengarnya. Tapi tak berapa lama suara tembakan itu hilang dan akhirnya aku pun bisa tertidur pulas sampai besok.

Pagiiii….hari ini segar seperti biasanya dengan secangkir kopi dan roti aku melewatkan pagi ini mencoba untuk terus membaca apa yang sudah terlanjur aku baca. Kriiiiing…kriiiiing. Ayahku meneleponku, beliau seorang yang sangat disiplin menanyakan apa saja yang sudah kulakukan bla,,,bla,,,bla,,, dan akhirnya akupun harus berbohong kepada beliau atas apa yang telah aku lakukan. Dan berganti lagi, ibuku sekarang yang berbicara. Senang mendengar suaranya. Lembut penuh kasih sayang. Beliau memberikan nasihat seperti biasanya, terutama AGAMA.

Waktu menunjukkan pukul  9 pagi, aku harus bergegas berangkat ke perpustakaan untuk mencari-cari lagi buku apa yang akan kubaca hari ini. Bertemu dengan teman-temanku sungguh menyenangkan, mereka yang berpikiran aku sakit siapapun aku merasa senang berada dekat mereka karena mereka itu “nyata”. Di dalam perpustakaan aku mengambil sebuah buku yang aku pikir sudah lama tidak pernah dibaca karena nampak sekali kotor & berdebu. Wah..buku bagus nih pikirku! Akhirnya seperti biasa aku terbuai dalam bacaan buku yang mungkin mereka tidak menyukainya. Lagi lagi…sakit!

Waktu terus berlalu, terus sampai tiba waktunya aku harus keluar dari bayang-bayang hidupku selama ini. Bersiap untuk sebuah dunia yang kata sebagian dari mereka adalah dunia nyata. Sedih, mungkin itu yang aku rasakan ketika aku harus meninggalkan buku-buku yang selama ini aku baca, aku sayangi walaupun bagi mereka buku tersebut layaknya buku dongeng anak-anak yang tidak berguna. Tak ada lagi teman diskusi, tak ada lagi mereka yang mengataiku sakit, gila dan semacamnya.

Kalian tahu?? aku pernah beberapa kali untuk tidak menyentuhnya karena aku takut bayang-bayang itu akan menenggelamkanku dalam sebuah alam bawah sadarku yang bagiku sangat mengasyikkan. Tapi….lagi-lagi berat untuk jauh dan akhrinya dengan meluangkan sebagian waktuku aku kembali menyentuhnya. Bagiku itu dosa, yang rasanya lezat lebih dari makanan kesukaanku karena waktu makanku sering terlewat karena menyentuhnya.

Yaaaa itulah hidup, apapun yang kita temukan di dunia ini akan berakhir sampai akhirnya kita harus mengucapkan SAMPAI JUMPA  bukan SELAMAT TINGGAL! Karena aku yakin apa yang kukerjakan saat ini adalah awal dan bukan akhir dari apa yang telah aku tinggalkan.

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.