Bahanasetiawan's Blog

January 27, 2011

Victory Justice

Filed under: Uncategorized — bahanasetiawan @ 5:28 pm

Malam ini aku sulit untuk tidur, menempati tempat tidurku yang dulu rasanya nyaman kini tidak lagi. Entah kenapa banyak sekali ketakutan-ketakutan dalam diriku ini yang aku sendiri merasa heran, sebesar apa rasa takutku sampai aku gelisah untuk tidur?

Akhirnya dengan tidak sengaja aku membuka sebuah situs kekerasan tentara penakluk di suatu negara yang berhasil ditaklukannya. Gemetar rasanya melihat penyiksaan itu, ingin muntah rasanya, kepalaku pusing bahkan sampai saat aku membuat tulisan ini. Jari-jari ini rasanya seperti bingung mencari tombol huruf yang ada di mesin ini. Sadis, benci dengan mereka sang penakluk, ingin rasanya menyiksa kembali mereka dengan apa yang telah mereka lakukan terhadap si korban.

Bagiku mereka adalah sekumpulan orang-orang bodoh yang bertingkah lebih rendah dari binatang. Hoekkss….huffft rasa mual itu muncul setiap aku kembali membayangkannya.

Statuta Roma sepertinya tidak berlaku untuk mereka sang penakluk. Keadilan pun menjadi pedang tumpul ke atas tetapi tajam ke bawah. Dalam keadaan seperti yang terjadi di bumi ini siapa yang bisa untuk berbuat yang lebih baik? Bagiku tidak ada! Inilah dunia kita, dunia nyata layaknya rimba dengan hukum yang berlaku adalah “siapa yang kuat dialah yang menang”. Rasanya aku perlu untuk menebalkan kalimat itu.

Victory Justice, adalah keadilan bagi siapapun pihak yang menang. Inilah yang benar-benar nyata bagiku di dunia. Hujatan, makian, tindakan apa pun yang pernah keluar dari bawah tak pernah berpengaruh bagi mereka yang diatas. Dengan berjalan tegap layaknya khafilah yang sedang berlalu tak menghiraukan anjing yang ada dekat dengannya. Apakah sang penakluk tidak berpikir bagaimana bila hal tersebut terjadi pada ibu mereka, adik mereka, kakak, kekasih atau saudara-saudara mereka yang mereka sayangi??? Biadab sekali apa yang telah kalian lakukan bahkan sampai pagi ini aku masih tidak bisa tidur karena kalian!

Lagi-lagi Victory Justice, bodoh sekali kalau aku bertanya bagaimana bila hal tersebut terjadi pada mereka. Sungguh sepertinya mereka tak akan tersentuh hal kecil macam itu karena mereka adalah sang penakluk. Ciut lah diri kita bila berhadapan dengan sang penakluk. Agung agung kan sebuah keadilan layaknya sebuah kardus kosong yang bila diinjak akan rapuh. Itulah keadilan bagimu sang penakluk.

Hufft…mual perut ini makin menjadi. Seiring bertambah bencinya diriku pada kalian sang penakluk.

Rasa nasionalisme mu yang ternyata hanya nafsu semata membuat mereka tak berharga atas apa yang telah mereka lakukan. Salahkah pahlawan kebanggaan yang telah berjuang mati-matian demi kelahiran mereka sebagai sang penakluk?

Advertisement

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.