Malam kemarin menjadi malam yang sangat aku tunggu untuk bertemu dengannya.
Malam kemarin menjadi malam yang penuh rencana untuk mengatakan sesuatu kepadanya.
Malam kemarin menjadi malam yang aku bayangkan akan berbagi cerita dengannya, pengetahuan, sebuah diskusi bahkan keinginanku mencoba mengerti akan kehidupannya.
Tapi, malam kemarin sungguh cepat tak terasa aku bertemu dengannya.
Tak menyangka nyata dia hadir di depanku dengan begitu cepat dia berlalu.
Mulutku terkunci.
Tak berani untuk mengatakan apapun kepadanya sampai dia pergi dari hadapanku.
Malam kemarin menjadi malam yang aku takutkan tak akan bertemu lagi dengannya.
Malam kemarin telah berakhir dengan doaku kepada-Mu untuk selalu dekat dengannya.
Dan malam-malam yang akan datang akan menjadi penantian ku berikutnya.