Bahanasetiawan's Blog

May 23, 2011

Berbeda

Filed under: Uncategorized — bahanasetiawan @ 4:03 pm

Malam ini sulit ku tertidur karena pertanyaan muncul di pikiranku buah dari percakapan tadi sore. Sore ini aku banyak bercakap dengan seorang wanita yang aku kenal dekat kurang lebih 1 tahun belakangan ini. Masih segar di pikiranku bagaimana aku pertama kali membuat sebuah tulisan untuknya dan mengirimkan sebuah lagu untuk dia dengarkan sebagai representative perasaan ku kepadanya. Entah dia menyukainya atau tidak karena untuk bertemu pun kami jarang bahkan susah karena kesibukan diri kami masing-masing. Semua percakapan kami lakukan melalui dunia maya. Kalau di ingat kembali rasanya lucu jg.

Pernah suatu saat dia memintaku untuk menjauh dari dirinya karena berbagai alasan. Bodohnya aku tak bisa berkata apa-apa, hanya mengikuti apa yang dia katakan. Kalau mengingat malam itu tak ingin rasanya mengakhirinya dengan obrolan yang intim tapi kalau mengingat apa yang kami bicarakan….pgn cepat pergi rasanya.

Akhirnya setelah malam itu untuk jangka waktu lama aku tak pernah berhubungan lagi dengannya sampai suatu hari ketika aku mengingat kembali dirinya akhirnya kuberanikan diri untuk menelfonnya. Dan akhirnya dia mengangkatnya walaupun tak tahu itu dariku karena nomor ku telah dihapusnya. Anehnya dia biasa saja menerima telfon itu tanpa ada ekspresi kesal atau marah karena aku telah melanggar janjiku untuk tidak menghubunginya lagi.

Setelah telfon pertama ku itu aku kembali menjalin hubungan dekat dengannya bahkan kami sempat bertemu beberapa kali sesudahnya.

Tapi entah kenapa sore ini dia mengatakan bahwa diri kami berbeda. Hahaha….yg lucunya sebelum dia menyadari hal itu aku telah menyadari bahwa kami sangat berbeda. Kembali teringat pada suatu malam ketika aku pergi ke bar, minum minuman beralkohol sampai mabuk. Aku sempat menghubunginya pada malam itu dan ketika mengetahui apa yang dia lakukan aku benar-benar merasa sedih. Berbeda! Ya itulah kami. Di saat aku mabuk-mabukkan, wanita itu melakukan shalat malam yang tidak pernah aku lakukan. Sangat kontradiktif dengan apa yang aku lakukan. Bahkan malam itu aku memaki diriku sendiri atas apa yang telah aku lakukan selama ini.

Pria berengsek seperti aku telah menyukai wanita soleha seperti dia. Kadang diriku menyesal dan melihat kembali ke belakang kenapa aku bisa seperti ini dan aku menemukan jawabannya. Tuhan. Aku telah jauh dariNya dan telah menutup diri denganNya. Sedih dan kalau mengingatnya ingin sekali menangis tapi untuk apa? Bahkan dengan keringnya air mataku dosa-dosaku tidak akan terhapus atau dengan menukar nyawaku pun dosa ku masih tersisa banyak untuk ditukarkan. Kadang ketika berdoa pun aku malu, Malu atas apa yang telah aku lakukan sehingga untuk meminta kepadaNya pun aku tak punya keberanian.

Dia benar, kami berbeda. Tak perlu dipaksakan yang nantinya malah akan berimbas kerugian pada diri masing-masing dan lingkungan kami. Tapi kata-kata yang dia ucapkan sungguh membuatku bingung. “Menghubunginya Secukupnya”. Apa maksudnya? Apa berarti hubungan kita selama ini lebih dari cukup? Lantas bagaimana batasan secukupnya itu?

Kenapa hal seperti ini selalu datang pada waktu yang tidak tepat! Aku ingat ketika temanku sebut saja Satria, dia diputuskan oleh kekasihnya pada saat esok dia harus melakukan ujian akhir semester. Alhasil nilainya semua berantakan. Satu lagi, temanku yang bernama Habib pun diputuskan oleh kekasihnya dalam waktu kurang dari seminggu dia akan sidang akhir. Hahaha selalu waktunya tidak tepat. Bahkan kejadian seperi itu pun akhirnya menimpaku. 2 hari lagi aku harus masuk asrama dan aku mengalami kejadian seperti ini. Aku mempunyai 2 pilihan dalam hal ini. Pertama aku menikmati pendidikanku di asrama dan berhasil melupakan masalah ini atau kedua, aku tak bisa menikmati pendidikanku dan kerjaanku semua berantakan karena terus memikirkannya. Well aku pasti mencoba pilihan pertamaku karena itu kulakukan untuk kebaikan bagi semua.

Satu pertanyaan lagi. Kenapa dia berbicara tentang hal ini ketika aku dalam kapasitas diri tak bisa bertemu dengannya dalam jangka waktu panjang?

Mungkin hanya dia yang bisa menjawab pertanyaanku itu. Bahkan hubungan kami pun hanya akan terjawab oleh waktu. Ya waktu yang akan berbicara tentang kami. Tapi dia harus tahu, aku sangat menyayanginya.

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.