Diriku adalah sebuah kepura-puraanku
Diriku adalah cerminan dari ketidakmampuanku
Tubuhku adalah kuburan bagi jiwaku
Sosok lemah yang hancur karena ganasnya sang waktu
Hati nuraniku menangis, menangis haus akan sebuah belaian
Jiwa ini berlalu pergi dengan sebuah misi pencarian
Berpaling dari suatu kenyataan
Pergi ku tuk mencari sebuah kearifan
Pergi ku tuk mencari sebuah kebijaksanaan
Asa…walaupun ku tahu jiwa terperangkap tubuh ini
Hey arif dan bijak, apa mungkin kita bertemu kala aku mati?
Akan kah engkau datang tuk ku gapai?
Mungkin dan mungkin…mungkin aku tak bisa karena hinanya diri ini
Menangis, terus menangis aku mencarimu
Dalam tubuh lemah ini aku bertopang untukmu
Koyak tubuh ini untuk membebaskanku
Pergi tuk dapatkan sebuah ide arif dan bijaksanamu