<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bahanasetiawan&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://bahanasetiawan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bahanasetiawan.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Nov 2011 17:06:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bahanasetiawan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bahanasetiawan&#039;s Blog</title>
		<link>http://bahanasetiawan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bahanasetiawan.wordpress.com/osd.xml" title="Bahanasetiawan&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bahanasetiawan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Arif &amp; Bijaksana</title>
		<link>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/11/05/arif-bijaksana/</link>
		<comments>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/11/05/arif-bijaksana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 17:06:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bahanasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelajaran hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahanasetiawan.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Diriku adalah sebuah kepura-puraanku Diriku adalah cerminan dari ketidakmampuanku Tubuhku adalah kuburan bagi jiwaku Sosok lemah yang hancur karena ganasnya sang waktu &#160; Hati nuraniku menangis, menangis haus akan sebuah belaian Jiwa ini berlalu pergi dengan sebuah misi pencarian Berpaling dari suatu kenyataan Pergi ku tuk mencari sebuah kearifan Pergi ku tuk mencari sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=216&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Diriku adalah sebuah kepura-puraanku</p>
<p>Diriku adalah cerminan dari ketidakmampuanku</p>
<p>Tubuhku adalah kuburan bagi jiwaku</p>
<p>Sosok lemah yang hancur karena ganasnya sang waktu</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hati nuraniku menangis, menangis haus akan sebuah belaian</p>
<p>Jiwa ini berlalu pergi dengan sebuah misi pencarian</p>
<p>Berpaling dari suatu kenyataan</p>
<p>Pergi ku tuk mencari sebuah kearifan</p>
<p>Pergi ku tuk mencari sebuah kebijaksanaan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Asa&#8230;walaupun ku tahu jiwa terperangkap tubuh ini</p>
<p>Hey arif dan bijak, apa mungkin kita bertemu kala aku mati?</p>
<p>Akan kah engkau datang tuk ku gapai?</p>
<p>Mungkin dan mungkin&#8230;mungkin aku tak bisa karena hinanya diri ini</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menangis, terus menangis aku mencarimu</p>
<p>Dalam tubuh lemah ini aku bertopang untukmu</p>
<p>Koyak tubuh ini untuk membebaskanku</p>
<p>Pergi tuk dapatkan sebuah ide arif dan bijaksanamu</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahanasetiawan.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahanasetiawan.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahanasetiawan.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahanasetiawan.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahanasetiawan.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahanasetiawan.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahanasetiawan.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahanasetiawan.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahanasetiawan.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahanasetiawan.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahanasetiawan.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahanasetiawan.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahanasetiawan.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahanasetiawan.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=216&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/11/05/arif-bijaksana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e32739b53584b735d56b813038fcdeae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bahanasetiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nihilis</title>
		<link>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/08/19/nihilis/</link>
		<comments>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/08/19/nihilis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 16:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bahanasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahanasetiawan.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Fenomena saat ini tak jauh berbeda dengan masa lalu itu. Bermodalkan sebuah pemikiran-pemikiran nihilis, mereka beranggapan bahwa aku ekstrimis. Believe in nothing. Aku tak tahu dari sudut mana dalam diriku ini yang masih mempertahankannya. Terkadang ada hal yang sulit atau bahkan tak bisa dijelaskan dalam kehidupan ini. Ekstrimis mereka menyebutku. Seperti underdog yang tak ingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=208&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Fenomena saat ini tak jauh berbeda dengan masa lalu itu. Bermodalkan sebuah pemikiran-pemikiran nihilis, mereka beranggapan bahwa aku ekstrimis. <em>Believe in nothing</em>. Aku tak tahu dari sudut mana dalam diriku ini yang masih mempertahankannya. Terkadang ada hal yang sulit atau bahkan tak bisa dijelaskan dalam kehidupan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ekstrimis mereka menyebutku. Seperti <em>underdog</em> yang tak ingin terus melaju di dalam jalur. Ingin keluar dalam sangkar burung tak bercelah yang selalu mendambakan sinar cahaya. Berlomba dalam sebuah ajang kompetisi sehat untuk meraih cahaya tersebut dengan membusungkan dada dan menengadahkan paruhnya. Aku adalah seorang nihilis yang tidak peduli apapun itu karena aku berpandangan bahwa tidak ada tindakan yang lebih baik daripada yang lain.  Tertawa melihat sang <em>underdog</em> terus dibawah. Apakah yang patut disalahkan, intelektual kah atau kesombongan. Aku tak ingin merindukan apapun karena semua itu tiada. Teringat kata-kata <strong>Renzo Novatore, </strong>milikku seperti nyala api yang menentukan semangat hidupku berkobar, yang menghina setiap penjara teoritis, ilmiah atau moral.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebenaran kehidupan adalah sesuatu yang subjektif. Manusia berlomba-lomba mencari kebenaran yang amat sangat melelahkan dengan dikepung dari berbagai penjuru, dan akhirnya kebenaran itu tak berwujud. Ibarat cermin dalam ruangan, tak tahu mana wujud yang nyata. Semua itu hanya suatu ketiadaan yang merasuk dalam pikiran manusia untuk percaya bahwa itu ada.n</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah aku seorang <em>underdog </em>yang kalian bilang, ekstrimis yang kalian tertawakan berjalan tak tentu mengikuti butanya kehidupanku untuk mencari makna yang hadir dalam setiap peristiwa. Nihilis bukan narsis, ekstensialis aku lebih suka menghubungkannya.  Jean-Paul Sartre mengatakan  dengan diktumnya <em>&#8220;human is condemned to be free&#8221;</em>, manusia dikutuk untuk bebas, maka dengan kebebasannya itulah kemudian manusia bertindak. Untuk mengisi nihilis dalam setiap kehidupanku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahanasetiawan.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahanasetiawan.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahanasetiawan.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahanasetiawan.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahanasetiawan.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahanasetiawan.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahanasetiawan.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahanasetiawan.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahanasetiawan.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahanasetiawan.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahanasetiawan.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahanasetiawan.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahanasetiawan.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahanasetiawan.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=208&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/08/19/nihilis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e32739b53584b735d56b813038fcdeae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bahanasetiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbeda</title>
		<link>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/05/23/berbeda/</link>
		<comments>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/05/23/berbeda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 May 2011 16:03:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bahanasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahanasetiawan.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini sulit ku tertidur karena pertanyaan muncul di pikiranku buah dari percakapan tadi sore. Sore ini aku banyak bercakap dengan seorang wanita yang aku kenal dekat kurang lebih 1 tahun belakangan ini. Masih segar di pikiranku bagaimana aku pertama kali membuat sebuah tulisan untuknya dan mengirimkan sebuah lagu untuk dia dengarkan sebagai representative perasaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=203&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Malam ini sulit ku tertidur karena pertanyaan muncul di pikiranku buah dari percakapan tadi sore. Sore ini aku banyak bercakap dengan seorang wanita yang aku kenal dekat kurang lebih 1 tahun belakangan ini. Masih segar di pikiranku bagaimana aku pertama kali membuat sebuah tulisan untuknya dan mengirimkan sebuah lagu untuk dia dengarkan sebagai representative perasaan ku kepadanya. Entah dia menyukainya atau tidak karena untuk bertemu pun kami jarang bahkan susah karena kesibukan diri kami masing-masing. Semua percakapan kami lakukan melalui dunia maya. Kalau di ingat kembali rasanya lucu jg.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah suatu saat dia memintaku untuk menjauh dari dirinya karena berbagai alasan. Bodohnya aku tak bisa berkata apa-apa, hanya mengikuti apa yang dia katakan. Kalau mengingat malam itu tak ingin rasanya mengakhirinya dengan obrolan yang intim tapi kalau mengingat apa yang kami bicarakan….pgn cepat pergi rasanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya setelah malam itu untuk jangka waktu lama aku tak pernah berhubungan lagi dengannya sampai suatu hari ketika aku mengingat kembali dirinya akhirnya kuberanikan diri untuk menelfonnya. Dan akhirnya dia mengangkatnya walaupun tak tahu itu dariku karena nomor ku telah dihapusnya. Anehnya dia biasa saja menerima telfon itu tanpa ada ekspresi kesal atau marah karena aku telah melanggar janjiku untuk tidak menghubunginya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah telfon pertama ku itu aku kembali menjalin hubungan dekat dengannya bahkan kami sempat bertemu beberapa kali sesudahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi entah kenapa sore ini dia mengatakan bahwa diri kami berbeda. Hahaha….yg lucunya sebelum dia menyadari hal itu aku telah menyadari bahwa kami sangat berbeda. Kembali teringat pada suatu malam ketika aku pergi ke bar, minum minuman beralkohol sampai mabuk. Aku sempat menghubunginya pada malam itu dan ketika mengetahui apa yang dia lakukan aku benar-benar merasa sedih. Berbeda! Ya itulah kami. Di saat aku mabuk-mabukkan, wanita itu melakukan shalat malam yang tidak pernah aku lakukan. Sangat kontradiktif dengan apa yang aku lakukan. Bahkan malam itu aku memaki diriku sendiri atas apa yang telah aku lakukan selama ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Pria berengsek seperti aku telah menyukai wanita soleha seperti dia. Kadang diriku menyesal dan melihat kembali ke belakang kenapa aku bisa seperti ini dan aku menemukan jawabannya. Tuhan. Aku telah jauh dariNya dan telah menutup diri denganNya. Sedih dan kalau mengingatnya ingin sekali menangis tapi untuk apa? Bahkan dengan keringnya air mataku dosa-dosaku tidak akan terhapus atau dengan menukar nyawaku pun dosa ku masih tersisa banyak untuk ditukarkan. Kadang ketika berdoa pun aku malu, Malu atas apa yang telah aku lakukan sehingga untuk meminta kepadaNya pun aku tak punya keberanian.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia benar, kami berbeda. Tak perlu dipaksakan yang nantinya malah akan berimbas kerugian pada diri masing-masing dan lingkungan kami. Tapi kata-kata yang dia ucapkan sungguh membuatku bingung<strong>. “Menghubunginya Secukupnya”. Apa maksudnya? Apa berarti hubungan kita selama ini lebih dari cukup? Lantas bagaimana batasan secukupnya itu?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa hal seperti ini selalu datang pada waktu yang tidak tepat! Aku ingat ketika temanku sebut saja Satria, dia diputuskan oleh kekasihnya pada saat esok dia harus melakukan ujian akhir semester. Alhasil nilainya semua berantakan. Satu lagi, temanku yang bernama Habib pun diputuskan oleh kekasihnya dalam waktu kurang dari seminggu dia akan sidang akhir. Hahaha selalu waktunya tidak tepat. Bahkan kejadian seperi itu pun akhirnya menimpaku. 2 hari lagi aku harus masuk asrama dan aku mengalami kejadian seperti ini. Aku mempunyai 2 pilihan dalam hal ini. Pertama aku menikmati pendidikanku di asrama dan berhasil melupakan masalah ini atau kedua, aku tak bisa menikmati pendidikanku dan kerjaanku semua berantakan karena terus memikirkannya. Well aku pasti mencoba pilihan pertamaku karena itu kulakukan untuk kebaikan bagi semua.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu pertanyaan lagi. <strong>Kenapa dia berbicara tentang hal ini ketika aku dalam kapasitas diri tak bisa bertemu dengannya dalam jangka waktu panjang?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin hanya dia yang bisa menjawab pertanyaanku itu. Bahkan hubungan kami pun hanya akan terjawab oleh waktu. Ya waktu yang akan berbicara tentang kami. Tapi dia harus tahu, aku sangat menyayanginya.<strong></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahanasetiawan.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahanasetiawan.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahanasetiawan.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahanasetiawan.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahanasetiawan.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahanasetiawan.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahanasetiawan.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahanasetiawan.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahanasetiawan.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahanasetiawan.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahanasetiawan.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahanasetiawan.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahanasetiawan.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahanasetiawan.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=203&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/05/23/berbeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e32739b53584b735d56b813038fcdeae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bahanasetiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sarjana Muda</title>
		<link>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/02/14/sarjana-muda/</link>
		<comments>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/02/14/sarjana-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 17:12:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bahanasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelajaran hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahanasetiawan.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Wisuda minggu depan. Dengan berbekal ijazah, kami para sarjana muda akan berpetualang mencari kerja. Awalnya mungkin sebagian dari kami tetap pada pendirian kami bahwa nanti akan bekerja dalam bidang yang sesuai dengan pendidikan formal yang kami dapatkan selama di fakultas saat menjadi mahasiswa. Itu idealnya kami sebagian para sarjana muda. Waktu terus berjalan, melihat teman-teman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=196&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Wisuda minggu depan. Dengan berbekal ijazah, kami para sarjana muda akan berpetualang mencari kerja. Awalnya mungkin sebagian dari kami tetap pada pendirian kami bahwa nanti akan bekerja dalam bidang yang sesuai dengan pendidikan formal yang kami dapatkan selama di fakultas saat menjadi mahasiswa. Itu idealnya kami sebagian para sarjana muda.</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu terus berjalan, melihat teman-teman seperti resah tidak akan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan idealisasi kami saat pra lulus, lulus dan pasca lulus. Ada yang melalui email, ada yang melalui pos dan semacamnya. Kami para sarjana muda mulai kehilangan idealisasi kami dan akhirnya secara &#8220;brutal&#8221; memasukan semua modal kerja kami ke banyak tempat kerja tanpa peduli apakah tempat kerja tersebut sesuai dengan ilmu yang kami dapatkan atau tidak. Bahkan sebagian dari kami pun ada yang tak tahu sudah berapa kali mencoba dan kemana mencoba.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang penting kami dapat pekerjaan&#8230;..pekerjaan! Dengan alasan yang beragam sebagian dari kami akhirnya muak dan jenuh untuk tetap berada di jalur kami. Ilmu kami tak terpakai karena tempat kerja yang kami dapatkan tidak sesuai dengan ilmu yang kami dapatkan. Tak apalah, yang penting kami bisa mendapatkan pekerjaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian dari kami ada yang mulai mencoba untuk menapak karir. Mulai mencoba untuk naik ke atas, menekuni bidang pekerjaan masing-masing. Tetapi sebaliknya, sebagian dari kami pun ada yang masih mencoba mencari untuk menapak karir. Belum ada keinginan untuk naik ke atas, masih fokus ke kiri dan kanan. Mencoba untuk menemukan pencerahan atas sebuah keinginan untuk menapak karir.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti inilah yang terjadi pada kami para sarjana muda. Beragam dan merupakan sesuatu fenomena yang menarik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahanasetiawan.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahanasetiawan.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahanasetiawan.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahanasetiawan.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahanasetiawan.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahanasetiawan.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahanasetiawan.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahanasetiawan.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahanasetiawan.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahanasetiawan.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahanasetiawan.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahanasetiawan.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahanasetiawan.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahanasetiawan.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=196&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/02/14/sarjana-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e32739b53584b735d56b813038fcdeae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bahanasetiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malam Kemarin</title>
		<link>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/01/28/malam-kemarin/</link>
		<comments>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/01/28/malam-kemarin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2011 10:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bahanasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahanasetiawan.wordpress.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Malam kemarin menjadi malam yang sangat aku tunggu untuk bertemu dengannya. Malam kemarin menjadi malam yang penuh rencana untuk mengatakan sesuatu kepadanya. Malam kemarin menjadi malam yang aku bayangkan akan berbagi cerita dengannya, pengetahuan, sebuah diskusi bahkan keinginanku mencoba mengerti akan kehidupannya. Tapi, malam kemarin sungguh cepat tak terasa aku bertemu dengannya. Tak menyangka nyata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=194&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Malam kemarin menjadi malam yang sangat aku tunggu untuk bertemu dengannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam kemarin menjadi malam yang penuh rencana untuk mengatakan sesuatu kepadanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam kemarin menjadi malam yang aku bayangkan akan berbagi cerita dengannya, pengetahuan, sebuah diskusi bahkan keinginanku mencoba mengerti akan kehidupannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, malam kemarin sungguh cepat tak terasa aku bertemu dengannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak menyangka nyata dia hadir di depanku dengan begitu cepat dia berlalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Mulutku terkunci.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak berani untuk mengatakan apapun kepadanya sampai dia pergi dari hadapanku.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam kemarin menjadi malam yang aku takutkan tak akan bertemu lagi dengannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam kemarin telah berakhir dengan doaku kepada-Mu untuk selalu dekat dengannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan malam-malam yang akan datang akan menjadi penantian ku berikutnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahanasetiawan.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahanasetiawan.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahanasetiawan.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahanasetiawan.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahanasetiawan.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahanasetiawan.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahanasetiawan.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahanasetiawan.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahanasetiawan.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahanasetiawan.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahanasetiawan.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahanasetiawan.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahanasetiawan.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahanasetiawan.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=194&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/01/28/malam-kemarin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e32739b53584b735d56b813038fcdeae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bahanasetiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Victory Justice</title>
		<link>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/01/27/victory-justice/</link>
		<comments>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/01/27/victory-justice/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2011 17:28:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bahanasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahanasetiawan.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini aku sulit untuk tidur, menempati tempat tidurku yang dulu rasanya nyaman kini tidak lagi. Entah kenapa banyak sekali ketakutan-ketakutan dalam diriku ini yang aku sendiri merasa heran, sebesar apa rasa takutku sampai aku gelisah untuk tidur? Akhirnya dengan tidak sengaja aku membuka sebuah situs kekerasan tentara penakluk di suatu negara yang berhasil ditaklukannya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=192&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Malam ini aku sulit untuk tidur, menempati tempat tidurku yang dulu rasanya nyaman kini tidak lagi. Entah kenapa banyak sekali ketakutan-ketakutan dalam diriku ini yang aku sendiri merasa heran, sebesar apa rasa takutku sampai aku gelisah untuk tidur?</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya dengan tidak sengaja aku membuka sebuah situs kekerasan tentara penakluk di suatu negara yang berhasil ditaklukannya. Gemetar rasanya melihat penyiksaan itu, ingin muntah rasanya, kepalaku pusing bahkan sampai saat aku membuat tulisan ini. Jari-jari ini rasanya seperti bingung mencari tombol huruf yang ada di mesin ini. Sadis, benci dengan mereka sang penakluk, ingin rasanya menyiksa kembali mereka dengan apa yang telah mereka lakukan terhadap si korban.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagiku mereka adalah sekumpulan orang-orang bodoh yang bertingkah lebih rendah dari binatang. Hoekkss&#8230;.huffft rasa mual itu muncul setiap aku kembali membayangkannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Statuta Roma</strong> sepertinya tidak berlaku untuk mereka sang penakluk. Keadilan pun menjadi pedang tumpul ke atas tetapi tajam ke bawah. Dalam keadaan seperti yang terjadi di bumi ini siapa yang bisa untuk berbuat yang lebih baik? Bagiku tidak ada! Inilah dunia kita, dunia nyata layaknya rimba dengan hukum yang berlaku adalah <strong>&#8220;siapa yang kuat dialah yang menang&#8221;</strong>. Rasanya aku perlu untuk menebalkan kalimat itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Victory Justice</em>, adalah keadilan bagi siapapun pihak yang menang. Inilah yang benar-benar nyata bagiku di dunia. Hujatan, makian, tindakan apa pun yang pernah keluar dari bawah tak pernah berpengaruh bagi mereka yang diatas. Dengan berjalan tegap layaknya khafilah yang sedang berlalu tak menghiraukan anjing yang ada dekat dengannya. Apakah sang penakluk tidak berpikir bagaimana bila hal tersebut terjadi pada ibu mereka, adik mereka, kakak, kekasih atau saudara-saudara mereka yang mereka sayangi??? Biadab sekali apa yang telah kalian lakukan bahkan sampai pagi ini aku masih tidak bisa tidur karena kalian!</p>
<p style="text-align:justify;">Lagi-lagi <em>Victory Justice</em>, bodoh sekali kalau aku bertanya bagaimana bila hal tersebut terjadi pada mereka. Sungguh sepertinya mereka tak akan tersentuh hal kecil macam itu karena mereka adalah sang penakluk. Ciut lah diri kita bila berhadapan dengan sang penakluk. Agung agung kan sebuah keadilan layaknya sebuah kardus kosong yang bila diinjak akan rapuh. Itulah keadilan bagimu sang penakluk.</p>
<p style="text-align:justify;">Hufft&#8230;mual perut ini makin menjadi. Seiring bertambah bencinya diriku pada kalian sang penakluk.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasa nasionalisme mu yang ternyata hanya nafsu semata membuat mereka tak berharga atas apa yang telah mereka lakukan. Salahkah pahlawan kebanggaan yang telah berjuang mati-matian demi kelahiran mereka sebagai sang penakluk?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahanasetiawan.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahanasetiawan.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahanasetiawan.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahanasetiawan.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahanasetiawan.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahanasetiawan.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahanasetiawan.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahanasetiawan.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahanasetiawan.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahanasetiawan.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahanasetiawan.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahanasetiawan.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahanasetiawan.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahanasetiawan.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=192&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/01/27/victory-justice/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e32739b53584b735d56b813038fcdeae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bahanasetiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belum Berakhir</title>
		<link>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/01/27/belum-berakhir/</link>
		<comments>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/01/27/belum-berakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2011 16:25:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bahanasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelajaran hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahanasetiawan.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Akut&#8230;.sakit diriku teman-teman memanggilku. Aku selalu berpikiran bersebrangan dengan mereka kebanyakan. Menempatkan diriku pada suatu posisi yang bertentangan dari mereka kebanyakan. Tapi&#8230;.bagiku hal tersebut bukanlah masalah karena itu AKU. Tak peduli berapa lama waktu berlalu kuhabiskan dengan buku-buku yang orang pikir tak bermutu. Konsep yang salah terus aku pelajari untuk membuktikan suatu kebenaran yang tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=188&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Akut&#8230;.sakit diriku teman-teman memanggilku. Aku selalu berpikiran bersebrangan dengan mereka kebanyakan. Menempatkan diriku pada suatu posisi yang bertentangan dari mereka kebanyakan. Tapi&#8230;.bagiku hal tersebut bukanlah masalah karena itu AKU.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak peduli berapa lama waktu berlalu kuhabiskan dengan buku-buku yang orang pikir tak bermutu. Konsep yang salah terus aku pelajari untuk membuktikan suatu kebenaran yang tak nyata. Mendiskusikannya dengan mereka yang bertentangan denganku. Sungguh menarik! Ketika suatu pemikiran beradu dalam sebuah diskusi hangat. Ssssst&#8230;.diam! Ada yang mendengarkan,, mereka mengamati kami yang berdiskusi. Tampaknya mereka memandang apa yang kami bicarakan ini adalah hal yang kosong. Atau mungkin mereka berpikiran bahwa kami hidup di dalam bayang-bayang??? Aaaaah&#8230;.aku tak peduli. Apapun yang dipikiran mereka toh aku tak mengganggu mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Lama sudah waktu berlalu ketika kulihat arlojiku menunjukkan pukul lima sore. Ya saatnya untuk pulang dan memikirkan hasil diskusi hari ini. Apa yang kudapat, bagaimana, apakah dan lain-lainnya semua berkecamuk dalam satu pikiran.</p>
<p style="text-align:justify;">Kutelusuri jalan meter demi semeter,,memacu kendaraanku kencang dengan pertanyaan-pertanyaan yang masih melekat di benakku. Dan tiba-tiba terlintas,,bagaimana bisa aku memikirkan hal yang tak perlu dipikirkan. Aku sadar kelakuanku ini menimbulkan banyak cemooh dari orang-orang dekatku. Tapi ya sudahlah toh yang penting aku masih punya komunitas yang masih ingin berdiskusi denganku. HA HA HA!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai dirumah,,aku merasakan kesendirian, ketenangan yang amat sangat untukku kembali terbuai dalam buku-buku yang mereka anggap tak bermutu. Bertanya-tanya atas apa yang kubaca karena teman pun dirumah ini tak ada. Hanya sebuah patung yang aku hias agar menyerupai manusia. Well, mungkin kalian berpikir aku ini gila. Menghias patung dirumahku sendiri layaknya seniman atau apalah itu! HA HA HA&#8230;aku senang jika kalian berpikiran aku gila,,karena aku mulai senang dengan julukan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Mataku lelah setelah beberapa jam membaca, kumatikan lampu besar bersiap untuk tidur lelap malam ini. Baru sebentar aku tertidur, terdengar bunyi senjata Duerrr&#8230;Duerrr!!! Wow ternyata barak pendidikan sedang latihan tembak,,bising telingaku mendengarnya. Tapi tak berapa lama suara tembakan itu hilang dan akhirnya aku pun bisa tertidur pulas sampai besok.</p>
<p style="text-align:justify;">Pagiiii&#8230;.hari ini segar seperti biasanya dengan secangkir kopi dan roti aku melewatkan pagi ini mencoba untuk terus membaca apa yang sudah terlanjur aku baca. Kriiiiing&#8230;kriiiiing. Ayahku meneleponku, beliau seorang yang sangat disiplin menanyakan apa saja yang sudah kulakukan bla,,,bla,,,bla,,, dan akhirnya akupun harus berbohong kepada beliau atas apa yang telah aku lakukan. Dan berganti lagi, ibuku sekarang yang berbicara. Senang mendengar suaranya. Lembut penuh kasih sayang. Beliau memberikan nasihat seperti biasanya, terutama AGAMA.</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu menunjukkan pukul  9 pagi, aku harus bergegas berangkat ke perpustakaan untuk mencari-cari lagi buku apa yang akan kubaca hari ini. Bertemu dengan teman-temanku sungguh menyenangkan, mereka yang berpikiran aku sakit siapapun aku merasa senang berada dekat mereka karena mereka itu &#8220;nyata&#8221;. Di dalam perpustakaan aku mengambil sebuah buku yang aku pikir sudah lama tidak pernah dibaca karena nampak sekali kotor &amp; berdebu. Wah..buku bagus nih pikirku! Akhirnya seperti biasa aku terbuai dalam bacaan buku yang mungkin mereka tidak menyukainya. Lagi lagi&#8230;sakit!</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu terus berlalu, terus sampai tiba waktunya aku harus keluar dari bayang-bayang hidupku selama ini. Bersiap untuk sebuah dunia yang kata sebagian dari mereka adalah dunia nyata. Sedih, mungkin itu yang aku rasakan ketika aku harus meninggalkan buku-buku yang selama ini aku baca, aku sayangi walaupun bagi mereka buku tersebut layaknya buku dongeng anak-anak yang tidak berguna. Tak ada lagi teman diskusi, tak ada lagi mereka yang mengataiku sakit, gila dan semacamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalian tahu?? aku pernah beberapa kali untuk tidak menyentuhnya karena aku takut bayang-bayang itu akan menenggelamkanku dalam sebuah alam bawah sadarku yang bagiku sangat mengasyikkan. Tapi&#8230;.lagi-lagi berat untuk jauh dan akhrinya dengan meluangkan sebagian waktuku aku kembali menyentuhnya. Bagiku itu dosa, yang rasanya lezat lebih dari makanan kesukaanku karena waktu makanku sering terlewat karena menyentuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Yaaaa itulah hidup, apapun yang kita temukan di dunia ini akan berakhir sampai akhirnya kita harus mengucapkan SAMPAI JUMPA  bukan SELAMAT TINGGAL! Karena aku yakin apa yang kukerjakan saat ini adalah awal dan bukan akhir dari apa yang telah aku tinggalkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahanasetiawan.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahanasetiawan.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahanasetiawan.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahanasetiawan.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahanasetiawan.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahanasetiawan.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahanasetiawan.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahanasetiawan.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahanasetiawan.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahanasetiawan.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahanasetiawan.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahanasetiawan.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahanasetiawan.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahanasetiawan.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=188&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2011/01/27/belum-berakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e32739b53584b735d56b813038fcdeae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bahanasetiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pantaskah Grasi untuk Koruptor?</title>
		<link>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2010/08/24/pantaskah-grasi-untuk-koruptor/</link>
		<comments>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2010/08/24/pantaskah-grasi-untuk-koruptor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 23:34:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bahanasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelajaran hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahanasetiawan.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Ini yang menjadi pertanyaan di benak penulis dan mungkin bukan cuma penulis saja tapi ratusan juta warga Indonesia! Tanggal 17 Agustus 1945 2010 bertepatan dengan hari kemerdekaan Negara Indonesia yang ke-65, Presiden mengeluarkan kebijakan berupa grasi bagi para koruptor dan hal tersebut menimbulkan kontroversial baik dari kalangan aparat penegak hukum sampai masyarakat antikorupsi. Dalam tulisan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=183&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ini yang menjadi pertanyaan di benak penulis dan mungkin bukan cuma penulis saja tapi ratusan juta warga Indonesia!</p>
<p style="text-align:justify;">Tanggal 17 Agustus 1945 2010 bertepatan dengan hari kemerdekaan Negara Indonesia yang ke-65, Presiden mengeluarkan kebijakan berupa grasi bagi para koruptor dan hal tersebut menimbulkan kontroversial baik dari kalangan aparat penegak hukum sampai masyarakat antikorupsi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam tulisan ini penulis coba untuk menganalisis mengenai dikeluarkannya grasi tersebut oleh Presiden. Mungkin dengan begitu bisa ada pencerahan serta tambahan-tambahan dari hasil diskusi dengan teman-teman dari kalangan akademisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama-tama kita berangkat dari pengertian grasi itu sendiri. Grasi adalah salah satu dari empat hak Presiden di bidang yudikatif disamping amnesti, abolisi dan rehabilitasi. Grasi yaitu pengampunan berupa perubahan, peringanan, pengurangan, atau penghapusan pelaksanaan pidana kepada terpidana yang diberikan oleh Presiden.. Hal tersebut diatur di dalam pasal 14 UUD 1945 dan di dalam undang-undang yang lebih khusus lagi yaitu UU No. 22 Tahun 2002. Karena hak tersebut merupakan hak dari Presiden dengan melalu pertimbangan Mahkamah Agung, tentunya alasan-alasan dikeluarkannya kebijakan tersebut ada di tangan Presiden dan lembaga kehakiman tertinggi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi perlu diketahui bahwa pemberian grasi bukan merupakan persoalan teknis yuridis peradilan dan tidak terkait dengan penilaian terhadap putusan hakim. Pemberian grasi bukan merupakan campur tangan Presiden dalam bidang yudikatif, melainkan hak prerogatif Presiden untuk memberikan ampunan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Lantas apakah pemberian grasi tersebut pantas untuk para koruptor?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mari kita tengok jauh ke belakang dimana dulu dengan susah payah para aparat penegak hukum negara ini berjuang untuk menangkap para koruptor yang merugikan keuangan negara yang tidak sedikit jumlahnya. Penyidikan, penyelidikan serta penangkapan sampai penahanan untuk mengumpulkan bukti-bukti serta kronologis peristiwa sehingga para tersangka korupsi tersebut akhirnya bisa digelandang ke pengadilan setelah P-21 (lengkapnya berkas perkara).</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya hal tersebut tidak mengeluarkan anggaran yang sedikit dari negara, dari mulai penyadapan dan kegiatan-kegiatan lainnya dalam tahap penyelidikan sampai akhirnya tersangka dapat ditangkap dan ditahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Belum lagi dengan melalui proses panjang sidang pengadilan TIPIKOR untuk memutuskan apakah terdakwa kasus korupsi  bersalah atau tidak. Dengan prinsip dari para pengacara mereka yang berpedoman teguh bahwa ”apapun putusan hakim kami siap untuk banding &amp; kasasi”. Proses yang lama &amp; pemberian keterangan yang panjang baik dari terdakwa maupun saksi-saksi di pengadilan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal-hal tersebut tentunya menjadi kontradiksi dengan apa yang diberikan oleh Presiden kepada para koruptor sekarang, yaitu grasi. Perlu diingat bahwa apa yang dilakukan oleh Presiden menurut penulis menjadikan hukum di negara ini seolah terlihat rapuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Seharusnya Presiden mempelajari apa yang menjadi tujuan dari pemidanaan. Pemidanaan bertujuan bukan hanya untuk menjustifikasi seseorang yang bersalah tetapi juga untuk alasan preventif/pencegahan. Dengan dikeluarkannya kebijakan tersebut Presiden seakan melupakan tujuan pemidanaan yang kedua. Karena dengan begitu, bisa diperkirakan akan banyak lagi koruptor di negara ini karena merasa tidak takut dengan hukuman yang diberikan. Karena apa yang diputus oleh hakim dengan <em>de facto</em> adalah tidak sama. Semisal, jika hakim memutus 8 tahun tentu hukuman tersebut akan berkurang mungkin bisa jadi 7 tahun atau 6 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu dari analisis singkat ini, penulis menarik kesimpulan bahwa grasi untuk terpidana korupsi tidaklah pantas untuk diberikan tetapi pengecualian bagi mereka yang dinyatakan sakit parah oleh dokter.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahanasetiawan.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahanasetiawan.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahanasetiawan.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahanasetiawan.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahanasetiawan.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahanasetiawan.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahanasetiawan.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahanasetiawan.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahanasetiawan.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahanasetiawan.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahanasetiawan.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahanasetiawan.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahanasetiawan.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahanasetiawan.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=183&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2010/08/24/pantaskah-grasi-untuk-koruptor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e32739b53584b735d56b813038fcdeae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bahanasetiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>God&#8230;please help me</title>
		<link>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2010/08/04/god-please-help-me/</link>
		<comments>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2010/08/04/god-please-help-me/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 10:14:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bahanasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahanasetiawan.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Aaargh &#8230;. I hate to talk about this and I did not dare to talk about it with my friends and my family because I know this is something new to me. Is this a revenge for me Lord? I never loved a woman and I never understood what the meaning of love. But this time, I [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=178&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Aaargh &#8230;. I hate to talk about this and I did not dare to talk about it with my friends and my family because I know this is something new to me.<br />
Is this a revenge for me Lord? I never loved a woman and I never understood what the meaning of love. But this time, I like experiencing what is called love.<br />
This is really disgusting, a difficult problem to solve. I&#8217;m afraid if I wouldn’t make her happy, I&#8217;m afraid I might be bad in her eyes. Even until now I did not dare to meet her.</p>
<p style="text-align:justify;">I used to think that she is an investment for me, even I feel this heart has been dead for a woman. But now I feel I want to glorify her and biting her. But I&#8217;m afraid if my life choices wouldn’t make her happy.</p>
<p style="text-align:justify;">Every night I&#8217;m always thinking about her even though I knew it was forbidden for me. I always want to close with her but I know I don’t have the right until the time comes. God, please give her to me. I give up I&#8217;m honest I can’t lose her but I did not dare to say even to You.</p>
<p style="text-align:justify;">If someday she&#8217;s not for me make me strong, make it easy to me. Thanks my Lord. I count on You.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahanasetiawan.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahanasetiawan.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahanasetiawan.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahanasetiawan.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahanasetiawan.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahanasetiawan.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahanasetiawan.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahanasetiawan.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahanasetiawan.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahanasetiawan.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahanasetiawan.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahanasetiawan.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahanasetiawan.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahanasetiawan.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=178&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2010/08/04/god-please-help-me/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e32739b53584b735d56b813038fcdeae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bahanasetiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesiaku</title>
		<link>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2010/06/26/165/</link>
		<comments>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2010/06/26/165/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 13:12:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bahanasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelajaran hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahanasetiawan.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Memuncak sudah kekesalanku pada Negara ini. Bukan benci kepadanya tapi aku kecewa atas apa yang terjadi, atas apa yang telah dilakukan oleh oknum-oknum terkutuk yang menjadikan Negara tercinta ku menjadi seperti ini. Menjadi teringat ketika aku makan di pinggir jalan sendirian. Ketika itu aku mendengarkan seorang tukang jualan berkata “maling ayam sama koruptor hukumannya kok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=165&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Memuncak sudah kekesalanku pada Negara ini. Bukan benci kepadanya tapi aku kecewa atas apa yang terjadi, atas apa yang telah dilakukan oleh oknum-oknum terkutuk yang menjadikan Negara tercinta ku menjadi seperti ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Menjadi teringat ketika aku makan di pinggir jalan sendirian. Ketika itu aku mendengarkan seorang tukang jualan berkata “maling ayam sama koruptor hukumannya kok bisa sama-sama 1 tahun padahal jelas koruptor ini merugikan bangsa sedemikian besar”. Ya itu lah yang aku dengar jelas dari mulut seorang rakyat kecil yang polos dan tak mengerti tentang hukum. Bahkan tidak hanya itu yang aku dengar, kemudian dia berkata “kok bisa ya pengacara itu loh, orang jelas-jelas bersalah kok bisa ga bersalah”.</p>
<p style="text-align:justify;">Perkataannya inilah yang kemudian langsung menusuk ke hati, aku merasa malu kuliah di fakultas hukum universitas yang bisa dibilang membanggakan, aku merasa malu mendamba-dambakan diri menjadi seorang pengacara handal yang selalu memenangkan perkara, aku merasa malu merasa takut nantinya akan dipergunjingkan seperti ini bahkan aku sempat untuk menarik diri untuk sekolah advokat nanti setelah aku lulus. Suara polos seorang rakyat kecil ini lah yang harus di dengar oleh kalian para petinggi yang ada di gedung mewah yang mengaku wakil rakyat, bukan sekedar berbicara hanya untuk kepentingan golongan atau kelompok. Ingat rakyat selalu memperhatikan kalian sebagai wakil mereka, mereka diam bukan berarti tak peduli tapi mereka diam karena tak ada daya untuk menyampaikan aspirasinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian lanjut di hari-hari selanjutnya ketika aku pulang ke Bogor, berbicara dengan orang tua ku tentang negara ini. Ayah ku berkata sinis bahwa negara ini tidak pernah maju hanya berputar disini-sini saja, ya aku setuju apa yang dikatakan beliau. Dan kembali kekesalan ini muncul secara tiba-tiba. Aku kesal melihat tingkah laku sejumlah oknum baik itu petinggi di negara ini maupun masyarakatnya. Aku melihat bahwa mental sebagian besar masyarakat Indonesia ini adalah mental barbar, tidak beradab dan ndablek.</p>
<p style="text-align:justify;">Berkali-kali dalam diskusi aku selalu katakan, negara ini membutuhkan seorang pemimpin yang diktator yang memiliki keberanian untuk bertindak .  Aku tak peduli setiap orang mengatakan aku &#8220;kiri&#8221;. Dan ternyata yang aku pikirkan sama seperti yang ayahku pikirkan. Beliau mengatakan bahwa negara ini membutuhkan seorang pemimpin bertangan besi yang berani, bukan pemerintah yang seperti sekarang ini yang hanya selalu menjaga citra dan menarik hati atau simpati rakyat. Aku makin kesal ketika melihat wajah ayahku yang nampak kecewa dengan negara ini karena aku tahu kakek ku atau ayah beliau adalah salah satu pejuang negara ini yang berjuang dengan nyawanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku teringat ketika dulu ayahku mengatakan bahwa <strong>seorang pemimpin itu harus berani bertindak, berani mengotori tangannya dan berani serta sanggup untuk menanggung resiko atas apa yang dilakukannya. </strong>Kalimat itu yang selalu aku ingat sampai saat ini bahkan nanti ketika aku beranjak ke jenjang diriku yang lebih tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku sadar aku adalah seorang yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi bahkan mungkin chauvinisme. Ketika aku duduk di bangku sekolah, ayahku selalu mengajarkanku untuk selalu mencintai negeri ini apapun bagaimanapun aku harus pertaruhkan diriku untuk negara ini sampai titik darah penghabisanku jangan pernah pergi dari negara ini. Dan akhirnya aku baru sadar akan perkataan ayahku ketika aku duduk di bangku kuliah sekarang ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku berharap negara ini dapat berubah, aku berharap meskipun aku hanya seorang biasa aku memiliki keinginan yang sangat besar untuk merubah negara ini dengan tanganku suatu saat nanti. Aku tak akan pernah takut untuk menghabiskan satu generasi perusak negara ini karena aku sangat mencintainya. <strong>Ya negara ku, Indonesia ku</strong>&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahanasetiawan.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahanasetiawan.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahanasetiawan.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahanasetiawan.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahanasetiawan.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahanasetiawan.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahanasetiawan.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahanasetiawan.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahanasetiawan.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahanasetiawan.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahanasetiawan.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahanasetiawan.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahanasetiawan.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahanasetiawan.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahanasetiawan.wordpress.com&amp;blog=10671778&amp;post=165&amp;subd=bahanasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahanasetiawan.wordpress.com/2010/06/26/165/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e32739b53584b735d56b813038fcdeae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bahanasetiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
